Jumat, 09 Mei 2014

Dehidrasi Etanol

ABSTRAK

Kebutuhan manusia akan bahan bakar fosil terus meningkat, sehingga dapat menimbulkan kelangkaan BBM. Salah satu cara untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi adalah bioetanol. Bioetanol dapat dibuat dengan cara fermentasi terhadap bahan-bahan yang mengandung pati atau gula. Melihat potensi yang ada di pulau Timor, terdapat ubi gatal yang jarang dilirik sebagai sumber pangan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemanfaatan ubi gatal sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Akan tetapi, bioetanol itu harus memiliki kemurnian minimal 95-96% untuk kebutuhan industri dan 99,5% untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Salah satu permasalahan utama pada proses pembuatan bioetanol adalah proses pemisahan air dengan etanol untuk mendapatkan etanol dengan kadar sebesar 99,95%. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan proses dehidrasi etanol menggunakan adsorben. Salah satu metode yang lebih murah dan mudah untuk mendapatkan etanol dengan kemurnian yang lebih tinggi adalah metode destilasi-adsorpsi. Penelitian ini akan dikerjakan dalam beberapa tahapan yaitu preparasi sampel, proses hidrolisis, proses fermentasi, dan proses destilasi, dan proses dehidrasi. Analisis kadar glukosa dapat dilakukan menggunakan GC.

Nanopartikel

Abstrak

Penelitian ini berjudul Pembuatan Nanopartikel Perak Sebagai Antibakteri: Escherichia Coli. Perlakuannya diawali dengan sintesis nanopartikel perak dari ekstrak daun jeruk kalamondin muda. Sintesis nanopartikel perak terdeteksi dengan mengubah warna dari hijau sampai coklat setelah perlakuan dengan AgNO3; dan analisis spektrofotometer UV-vis menunjukkan puncak absorbansi pada sekitar 427 nm, yang menunjukkan sintesis nanopartikel perak. Nanopartikel perak menunjukkan aktivitas antibakteri yang luar biasa terhadap bakteri patogen manusia.