ABSTRAK
Kebutuhan
manusia akan bahan bakar fosil terus meningkat, sehingga dapat menimbulkan
kelangkaan BBM. Salah satu cara untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai
sumber energi adalah bioetanol. Bioetanol dapat dibuat
dengan cara fermentasi terhadap bahan-bahan yang mengandung pati atau gula.
Melihat potensi yang ada di pulau Timor, terdapat ubi gatal yang jarang dilirik
sebagai sumber pangan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemanfaatan ubi gatal sebagai
bahan baku pembuatan bioetanol. Akan
tetapi, bioetanol itu harus memiliki kemurnian minimal 95-96% untuk kebutuhan
industri dan 99,5% untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Salah satu permasalahan utama pada proses pembuatan bioetanol adalah
proses pemisahan air dengan etanol untuk mendapatkan etanol dengan kadar
sebesar 99,95%. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan
proses dehidrasi etanol menggunakan adsorben. Salah
satu metode yang lebih murah dan mudah untuk mendapatkan etanol dengan
kemurnian yang lebih tinggi adalah metode destilasi-adsorpsi. Penelitian
ini akan dikerjakan dalam beberapa tahapan yaitu preparasi sampel, proses
hidrolisis, proses fermentasi, dan proses destilasi, dan proses dehidrasi.
Analisis kadar glukosa dapat dilakukan menggunakan GC.